This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 23 Juli 2010

Urgensi Pendidikan Karakter


oleh : Prof . Suyanto Ph.D

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia.

Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

Pendidikan yang bertujuan melahirkan insan cerdas dan berkarakter kuat itu, juga pernah dikatakan Dr. Martin Luther King, yakni; intelligence plus character... that is the goal of true education (kecerdasan yang berkarakter... adalah tujuan akhir pendidikan yang sebenarnya).

Memahami Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter adalah pendidikan budi pekerti plus, yaitu yang melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Menurut Thomas Lickona, tanpa ketiga aspek ini, maka pendidikan karakter tidak akan efektif. Dengan pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Kecerdasan emosi ini adalah bekal penting dalam mempersiapkan anak menyongsong masa depan, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

Terdapat sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: pertama, karakter cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; kedua, kemandirian dan tanggungjawab; ketiga, kejujuran/amanah, diplomatis; keempat, hormat dan santun; kelima, dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; keenam, percaya diri dan pekerja keras; ketujuh, kepemimpinan dan keadilan; kedelapan, baik dan rendah hati, dan; kesembilan, karakter toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

Kesembilan pilar karakter itu, diajarkan secara sistematis dalam model pendidikan holistik menggunakan metode knowing the good, feeling the good, dan acting the good. Knowing the good bisa mudah diajarkan sebab pengetahuan bersifat kognitif saja. Setelah knowing the good harus ditumbuhkan feeling loving the good, yakni bagaimana merasakan dan mencintai kebajikan menjadi engine yang bisa membuat orang senantiasa mau berbuat sesuatu kebaikan. Sehingga tumbuh kesadaran bahwa, orang mau melakukan perilaku kebajikan karena dia cinta dengan perilaku kebajikan itu. Setelah terbiasa melakukan kebajikan, maka acting the good itu berubah menjadi kebiasaan.

Dasar pendidikan karakter ini, sebaiknya diterapkan sejak usia kanak-kanak atau yang biasa disebut para ahli psikologi sebagai usia emas (golden age), karena usia ini terbukti sangat menentukan kemampuan anak dalam mengembangkan potensinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 50% variabilitas kecerdasan orang dewasa sudah terjadi ketika anak berusia 4 tahun. Peningkatan 30% berikutnya terjadi pada usia 8 tahun, dan 20% sisanya pada pertengahan atau akhir dasawarsa kedua. Dari sini, sudah sepatutnya pendidikan karakter dimulai dari dalam keluarga, yang merupakan lingkungan pertama bagi pertumbuhan karakter anak.

Namun bagi sebagian keluarga, barangkali proses pendidikan karakter yang sistematis di atas sangat sulit, terutama bagi sebagian orang tua yang terjebak pada rutinitas yang padat. Karena itu, seyogyanya pendidikan karakter juga perlu diberikan saat anak-anak masuk dalam lingkungan sekolah, terutama sejak play group dan taman kanak-kanak. Di sinilah peran guru, yang dalam filosofi Jawa disebut digugu lan ditiru, dipertaruhkan. Karena guru adalah ujung tombak di kelas, yang berhadapan langsung dengan peserta didik.

Dampak Pendidikan Karakter

Apa dampak pendidikan karakter terhadap keberhasilan akademik? Beberapa penelitian bermunculan untuk menjawab pertanyaan ini. Ringkasan dari beberapa penemuan penting mengenai hal ini diterbitkan oleh sebuah buletin, Character Educator, yang diterbitkan oleh Character Education Partnership. Dalam buletin tersebut diuraikan bahwa hasil studi Dr. Marvin Berkowitz dari University of Missouri- St. Louis, menunjukan peningkatan motivasi siswa sekolah dalam meraih prestasi akademik pada sekolah-sekolah yang menerapkan pendidikan karakter. Kelas-kelas yang secara komprehensif terlibat dalam pendidikan karakter menunjukkan adanya penurunan drastis pada perilaku negatif siswa yang dapat menghambat keberhasilan akademik.

Sebuah buku yang berjudul Emotional Intelligence and School Success (Joseph Zins, et.al, 2001) mengkompilasikan berbagai hasil penelitian tentang pengaruh positif kecerdasan emosi anak terhadap keberhasilan di sekolah. Dikatakan bahwa ada sederet faktor-faktor resiko penyebab kegagalan anak di sekolah. Faktor-faktor resiko yang disebutkan ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.

Hal itu sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra-sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya.

Beberapa negara yang telah menerapkan pendidikan karakter sejak pendidikan dasar di antaranya adalah; Amerika Serikat, Jepang, Cina, dan Korea. Hasil penelitian di negara-negara ini menyatakan bahwa implementasi pendidikan karakter yang tersusun secara sistematis berdampak positif pada pencapaian akademis. Seiring sosialisasi tentang relevansi pendidikan karakter ini, semoga dalam waktu dekat tiap sekolah bisa segera menerapkannya, agar nantinya lahir generasi bangsa yang selain cerdas juga berkarakter sesuai nilai-nilai luhur bangsa dan agama.*

Copyright © 2009 - Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id/web/pages/urgensi.html

Bumbu Gado-gado Paling Tinggi Kalorinya


Saus salad, atau salad dressing, sebenarnya ada berbagai macam. Namun, bila Anda hanya mengenal Thousand Island atau Blue Cheese, wajar saja. Jenis dressing ini selalu dijadikan pilihan pertama bumbu salad dalam menu restoran. Tak heran, Thousand Island paling populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Bila Anda belum banyak mengenal jenis-jenis salad dressing, coba kenali beberapa pilihan lainnya. Kenali juga bahan dasarnya, agar Anda semakin paham kandungan nutrisinya. Apalagi, satu sendok makan dressing saja sudah mengandung cukup banyak kalori.

Vinaigrette. Dibuat dari minyak, cuka, dan bumbu lainnya. Bahan dasar cuka vinaigrette bermacam-macam. Ada yang terbuat dari anggur merah, rempah-rempah, balsamic vinegar, atau apple cider.

Semua jenis cuka bebas lemak. Sehingga, yang menentukan jumlah lemak di dalam vinaigrette adalah campuran minyaknya. Karena kadar minyak di dalam vinaigrette berbeda-beda, kalori yang terkandung di dalam produk ini juga bervariasi. Kita bisa memilihnya sesuai dengan kebutuhan.

Vinaigrette cocok dijadikan campuran selada, wortel, kecambah, mentimun, kacang chestnut, pasta, dan makaroni.

Thousand Island. Merupakan dressing favorit banyak orang, dan konon berasal dari wilayah kepulauan di dekat New York. Tersedia dalam bermacam jenis, mulai dari yang biasa sampai yang bebas lemak. Terbuat dari campuran telur, gula, cuka, mayonnaise, acar timun manis, buah zaitun hitam, dan paprika merah. Salad sayur atau salad buah cocok menggunakan dressing ini. Satu sendok makan (20 gr) mengandung 80 kalori.

Mayonnaise. Bahan dasar utamanya adalah olive oil (atau bisa juga minyak jenis lain) dicampur dengan telur, jeruk lemon, cuka. Mayonnaise sebagai cocolan (dipping sauce) akan membuat rasa batang seledri menjadi lebih gurih. Satu sendok makan mayonnaise mengandung 75 kalori.

Blue Cheese. Bahan dasar utamanya adalah blue cheese, susu, mayonnaise, cuka, gula, serta sedikit bumbu lain. Dressing ini cukup tinggi kandungan kalorinya, yaitu 94 kalori untuk satu takar saji (2 sendok makan).

Bumbu kacang. Bumbu kacang dibuat dari kacang tanah yang digoreng terlebih dahulu sebelum ditumbuk dan dicampur garam dan gula. Satu sendok makan bumbu kacang mengandung sekitar 130 kalori. Ini artinya, saus gado-gado lebih tinggi kalorinya daripada Thousand Island!

Kecap manis. Di beberapa daerah, kecap manis sering digunakan sebagai dressing sayuran. Kandungan lemaknya sedikit sekali, namun mengandung gula dan garam yang cukup banyak. Satu sendok makan kecap manis mengandung sekitar 35 kalori.

(Dr Johanes C. Chandrawinata, MND, SpGK, dokter spesialis gizi klinis dari Rumah Sakit Melinda, Bandung)

Diet untuk Penderita Gagal Ginjal


Seseorang yang sudah mengalami gagal ginjal harus menjaga pola makannya karena banyak makanan yang justru bisa memperparah kondisi penyakitnya. Penderita sakit ginjal tidak bisa mengonsumsi buah dan sayur sesukanya, dengan jumlah yang sama seperti orang sehat.

Harus dipahami bahwa ada sayur dan buah yang berpotensi memperparah kondisi kesehatan penderita. Oleh karena itu, penderita gagal ginjal harus benar-benar mengetahui kandungan buah dan sayur yang mereka konsumsi.

"Penderita gagal ginjal sebaiknya mengurangi konsumsi buah-buahan karena sebagian buah-buahan berkadar Kalium (potassium) tinggi," ujar dokter Dian Novita Chandra, M.Gizi, Staf Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia kepada Warta Kota belum lama mi.

Kadar kalium yang sangat tinggi (hiperkalemia) dapat menyebabkan irama jantung terganggu. Penderita harus bisa membatasi jumlah konsumsi buah setiap harinya. Misalnya buah apel, penderita ginjal hanya bisa mengonsumsi setengahnya saja. Namun yang juga harus diingat, jika kondisi penderita ginjal sudah tidak bisa lagi berkermh, maka sebaiknya hentikan konsumsi buah dan sayur hingga lancar berkemih.

Sementara itu, bagi penderita yang belum menjalani cuci darah. dianjurkan untuk melakukan diet rendah protein 40-45 gram/hari. Hal ini tentunya tergantung fungsi ginjal penderita yang dapat diketahui dengan pemeriksaan laboratorium. Jika fungsi ginjal kurang dari 15 persen, maka pertu melakukan cuci darah.

Lain lagi pada penderita gagal ginjal yang sudah lama alias menahun atau kronis. Penderita gagal ginjal kronis harus menjalani diet ketat dengan beberapa tujuan yaitu untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh dan untuk menjaga agar penderita dapat beraktivitas seperti orang normal.

Prinsip diet penderita gagal ginjal kronis

1. Diet lunak atau biasa

2. Sebagai sumber karbohidrat: gula pasir, selai, sirup, dan permen.

3. Cukup energi dan rendah protein

4. Sebagai sumber protein, diutamakan protein hewani, misalnya: susu, sapi, daging, dan ikan. Banyaknya sesuai dengan kegagalan fungsi ginjal penderita.

5. Sebagai sumber lemak, diutamakan lemak tidak jenuh, dengan kebutuhan sekitar 25 persen dari total energi yang diperlukan.

6. Untuk kebutuhan air, dianjurkan sesuai dengan jumlah urine 24 jam; sekitar 500 mililiter melalui minuman dan makanan.

7. Untuk kebutuhan kalium dan natrium dengan keadaan penderita.

8. Untuk kebutuhan kalori, sekitar 35 Kkal/Kg berat badan/hari.

9. Membatasi asupan garam dapur jika ada hipertensi(darah tinggi) atau edema (bengkak).

10. Dianjurkan juga mengonsumsi agar-agar karena selain mengandung sumber energi juga mengandung serat yang larut.

Makanan yang sebaiknya dibatasi

1. Sumber karbohidrat seperti: nasi, jagung, kentang, makaroni, pasta, hevermout, ubi.

2. Protein hewani, seperti: daging kambing, ayam, ikan, hati, keju, udang, telur.

3. Sayuran dan buah-buahan tinggi kalium, seperti: apel, alpukat, jeruk, pisang, pepaya dan daun pepaya, seledri, kembang kol, peterseli, buncis.

Ingin Langsing, Kurangi Daging


Mereka yang berniat memangkas kelebihan bobot tubuhnya disarankan untuk mengurangi asupan daging dari menu hariannya. Tentu saja tetap perlu diimbangi dengan aktivitas fisik.

Dalam studi yang dilakukan di Eropa terhadap lebih dari 400.000 orang dewasa diketahui adanya hubungan yang kuat antara penambahan berat badan dengan konsumsi daging, terutama daging yang sudah diproses, seperti daging ham atau sosis.

Secara umum, efek peningkatan berat badan akibat konsumsi daging ini terlihat pada pria dan wanita. Para partisipan dalam studi ini berasal dari 10 negara yang terlibat dalam studi jangka panjang mengenai pola makan dan kanker. Berat badan mereka dicatat sebelum dan setelah berakhirnya penelitian. Mereka juga diminta mengisi daftar asupan makan harian.

Setelah dihitung, orang yang mengonsumsi kelebihan kalori hingga 250 gram daging setiap hari, setara dengan daging steak ukuran kecil, akan mengalami kenaikan berat badan sekitar 2 kg dalam jangka waktu 5 tahun. Meski jumlah kalori yang diasup sama, jika konsumsi dagingnya berlebih kenaikan berat badannya akan tetap lebih tinggi.

Hasil studi ini juga menyanggah pendapat mengenai dit tinggi protein dan rendah karbohidrat bisa mengurangi berat badan.

Kendati demikian, para ahli mengingatkan bahwa mengurangi daging saja tidak cukup untuk menurunkan berat badan. Penurunan berat badan harus diimbangi dengan olahraga dan perubahan gaya hidup. Untuk menjaga kesehatan, dianjurkan untuk mengonsumsi variasi makanan dan sumber zat gizi, termasuk daging.

Minggu, 11 Juli 2010

hai

hai